Showing posts with label Lifestyle. Show all posts
Showing posts with label Lifestyle. Show all posts
On Thursday, April 09, 2015 by Unknown in ,    No comments



 
Jakarta, Belakangan ini, sering kita jumpai anak-anak kecil yang masih SD tetapi sudah dibekali smartphone canggih oleh orangtuanya. Tidak hanya sekadar untuk telepon dan SMS, smartphone juga memiliki daya tarik untuk anak karena memberikan kemudahan dalam mengakses media sosial dan bermain game.

Di dalam buku "Mendidik Anak di Era Digital" yang ditulis oleh seorang psikiater dan praktisi pendidikan anak terkemuka di Korea, Yee-Jin Shin, mengungkapkan bahwa pada bulam Mei hingga Juni 2013, Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga di Korea melakukan pemeriksaan terkait kebiasaan penggunaan internet dan ponsel cerdas atau smartphone terhadap total 1.630.000 murid dari kelas 4 SD, 1 SMP, dan 1SMA. Dari hasil pemeriksaan itu diketahui bahwa 17,9% anak berisiko kecanduan ponsel cerdas, sedangkan 6,4% yang kecanduan bermain internet di komputer.

Hal itu tidak begitu mengherankan karena di Indonesia sendiri fenomena kecanduan smartphone pada anak sudah terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja saat berjalan-jalan di Mall, banyak gerombolan anak dan remaja yang berjalan sambil menundukkan kepala untuk memainkan smartphonenya. Tidak hanya itu, saat sedang makan bersama keluarga, mereka lebih sering asik sendiri bermain smartphone daripada bercengkrama dengan keluarganya.

"Pemakaian komputer itu terbatas, sedangkan ponsel cerdas dapat diakses kapan pun dan di mana pun. Kita bisa membawa ponsel cerdas yang seukuran telapak tangan dengan mudah. Kita bisa juga mengobrol dengan teman melalui berbagai macam aplikasi media sosial hanya dengan sentuhan jari. Bisa mengecek informasi terbaru, menonton kartun atau video untuk mengusir rasa bosan sekaligus hiburan dan sebagainya. " ungkap Yee-Jin Shin di dalam bukunya seperti dikutip detikHealth dan ditulis pada Jumat, (17/10/2014).

Yee-Jin Shin juga menjelaskan bahwa di dalam dunia digital yang terkoneksi secara berlebihan, anak memang bisa bertemu dengan banyak orang dan barang. Namun, hal itu juga akan membuat anak menjauh dari teman-teman dan keluarganya di kehidupan nyata selama beberapa waktu. Ini juga kemudian menimbulkan anggapan wajar jika anak tidak mengobrol dengan keluarganya dan tidak bermain dengan teman-temannya karena ketergantungan terhadap smartphone.

"selama dia beraa di dunianya sendiri melalui ponsel cerdas atau smartphone yang digunakannya itu, anak tidak akan terpikir bahwa dia sebenarnya menjadi terasing secara sosial," papar Yee-Jin Shin.

sumber: http://health.detik.com/read/2014/10/17/102937/2721523/1301/awas-pada-anak-anak-smartphone-lebih-nyandu-dibanding-komputer
On Monday, March 23, 2015 by Unknown in ,    No comments

IMG_20150309_121227Bagaimana seharusnya menyimpan kopi agar kopi tidak berubah kualitasnya? Air mendidih atau air hangat yang sebaiknya digunakan untuk menyeduh kopi? Aga, barista dari Tanamera Coffee memaparkan 5 fakta tentang kopi saat acara GH Experience awal Maret lalu. Wajib diperhatikan oleh Anda para pencinta kopi.IMG_20150309_104516
  1. Kopi memiliki sifat menyerap bau. Maka hindari menyimpan kopi bersama barang-barang lain yang memiliki bau agar aroma dan kualitas kopi tidak berubah. Selain itu, pastikan menyimpan kopi dalam wadah tertutup.
  2. Tinggalkan air kran! Kualitas air menentukan kualitas kopi saat disajikan. Hindari menyeduh kopi dengan air yang diambil langsung dari kran. Pilih air khusus untuk diminum.
  3. Jangan seduh kopi dengan air mendidih! Suhu air yang pas untuk menyeduh kopi maksimal sekitar 96 derajat celcius. Cara yang mudah untuk menentukan suhu tersebut adalah dengan mendiamkan air selama 3 menit setelah mendidih.
  4. Segera angkat ampas kopi. Jangan membiarkan ampas kopi berada di dalam gelas terlalu lama. Segera saring kopi, maksimal setelah 4 menit diseduh. Ampas kopi yang terlalu lama berada di dalam gelas akan membuat kopi terasa semakin pahit.
  5. Kopi jenis Arabica memiliki kandungan kafein lebih rendah dibandingkan dengan jenis Robusta. Bagi Anda yang baru ingin mengenal kopi, disarankan terlebih dahulu mencoba kopi jenis Arabica.

sumber: http://goodhousekeeping.co.id/2015/03/10/5-fakta-tentang-kopi/

On Monday, March 23, 2015 by Hijau_A in    No comments

March 20, 2015


Banyak orang yang ingin memiliki warna mata biru, sebab konon pemilik mata biru akan terlihat lebih cantik atau tampan. Tak heran jika lensa kontak berwarna laris dicari oleh mereka yang memburu penampilan ala orang bule tersebut. Tapi jangan salah, sebab ternyata banyak pula orang Barat yang ingin mengganti warna matanya menjadi biru.
Untuk itu penelitian berusaha mencari cara untuk mengubah warna mata menjadi biru, agar tak perlu ribet mengganti lensa kontak setiap hari. Hasilnya, melalui prosedur penyinaran dengan laser khusus, perusahaan bernama Stroma Medical yang berpusat di California mengklaim dapat mengubah warna lensa mata jadi biru permanen.
Sayangnya prosedur menggunakan sinar laser ini tak murah, karena mereka menarik biaya hingga US$ 5000 yang jika diubah ke kurs rupiah menjadi sekitar Rp60 juta lebih. Teknik yang dipakai adalah ‘scavenger cells’ yakni menggeser lapisan pigmen warna di bagian iris mata. Lapisan tersebut tipis, namun bisa digeser dengan laser. Pihak Strōma Medical yang diwakili oleh Dr Gregg Homer menjelaskan bahwa prosedur itu dapat dilakukan untuk pemilik warna mata cokelat yang ingin diubah menjadi biru. Kepala peneliti itu menjelaskan bahwa pigmen warna biru ada di bawah lapisan tipis warna cokelat yang dimiliki oleh seseorang. Tertutup, sehingga tak terlihat.
Yang menakjubkan adalah waktu pengerjaan prosedur hanya 30 detik, namun setelahnya pasien butuh waktu 2 pekan untuk masa perawatan di rumah sakit.
Dilansir oleh laman Dailymail Kamis (18/3/15) hingga kini Stroma Medical telah melakukan prosedur pengubahan warna mata menjadi biru itu kepada 37 orang dan diharapkan mampu melampaui target yakni 100 orang.




On Sunday, March 15, 2015 by Unknown in ,    No comments
Banyak orang menganggap makan sayuran mentah lebih menyehatkan karena lebih kaya nutrisi dibanding sayuran yang dimasak atau dipanaskan. Benarkah demikian?
Menurut sejumlah ahli gizi, tidak semua sayuran lebih kaya nutrisi ketika tidak dimasak. Ada beberapa sayuran yang justru lebih menyehatkan jika dimasak, seperti tomat, bayam, wortel, asparagus,  dan jamur.
Ahli gizi dan dosen senior di Applied Physiology, Birmingham City University Mel Wakeman mengungkapkan, tomat yang dipanaskan dapat membuat kadar likopen di dalamnya meningkat.
Menurut Wakeman, likopen dipercaya dapat menyehatkan jantung dan telah terbukti mengurangi risiko kanker prostat.  Sementara itu, bayam yang dimasak justru kaya akan oksalat yang mengikat mineral pada bayam seperti zat besi dan kalsium.
Kemudian wortel  yang dimasak kaya akan karotenoid dan asparagus yang dimasak diketahui dapat meningkatkan kandungan polifenol. Menurut Wakeman, keduanya memiliki sifat antioksidan yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker.
Wakeman menjelaskan, pemanasan justru dapat membantu melepaskan mineral yang mengikat agar bisa diserap oleh tubuh dan meningkatkan kandungan fitokimia yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, Wakeman menyarankan agar sayuran tersebut tidak dipanaskan terlalu lama.
“Microwave akan dan mengepul sering membantu untuk mempertahankan kandungan nutrisi sayuran, bukan mendidih. Makan campuran wortel mentah dan dimasak juga. " kata Wakeman.
Hal senada juga dikatakan oleh Rui Hai Liu, seorang profesor di departemen ilmu makanan di Cornell University.
“Banyak yang mengatakan makanan bahwa makanan yang dimasak memiliki nilai gizi yang lebih rendah dibandingkan dengan produk segar, tapi itu tidak selalu benar, " kata Rui yang mempelajari bagaimana panas mempengaruhi makanan.

sumber: http://health.kompas.com/read/2015/03/15/121000823/Benarkah.Makan.Sayuran.Mentah.Lebih.Menyehatkan.