Showing posts with label Pariwisata. Show all posts
Showing posts with label Pariwisata. Show all posts
On Monday, March 30, 2015 by Unknown in ,    No comments

Ternyata! Gorontalo Punya Menara Mirip Eiffel

Limboto – Siapa yang tak tahu Menara Eiffel? Menara yang terletak di di Paris, Prancis ini sudah tersohor di seluruh dunia sebagai tempat wisata yang dijadikan idaman banyak orang untuk bisa berkunjung kesana.
Tidak hanya di Prancis, Indonesia juga ternyata memiliki menara yang mirip dengan Menara Eiffel yakni terletak di di Gorontalo.
Mengutip Detik.com, menara Keagungan Limboto ini didirikan tahun 2001 dan menjadi kebanggaan masyarakat Gorontalo.
Tinggi menara ini mencapai 65 m dengan lebar 21 m serta terdiri dari lantai. Pada lantai pertama ada ruangan yang bisanya digunakan untuk pertunjukan atau rapat.
Tidak beda jauh dengan menara Eiffel, menara ini juga juga dilengkapi dengan fasilitas lift yang bisa digunakan oleh para wisatawan untuk melihat pemandangan dari ketinggian. Namun sayang fasilitas lift ini hanya disediakan sampai lantai 3, selebihnya anda harus siapkan stamina untuk menyusuri anak tangga.
Selain itu, di puncak menara juga disediakan teleskop yang bisa digunakan untuk menikmati pemandangan kota, termasuk Danau Limboto yang indah.
Agar bisa masuk menara tersebut, wisatawan perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000 untuk anak-anak dan dewasa Rp 10.000 untuk.
Bagi anda yang belum sempat langsung melihat Menara Eiffel di Paris, mungkin menara eifel versi indonesia kebanggaan warga gorontalo ini bisa menjadi pilihan alternatif. Anda bisa datang siang atau malam hari, dan jika Anda datang pada malam hari, anda bisa melihat pemandangan kota sekitar yang indah.

 

Sumber : http://indonesiatimur.co/2015/03/27/ternyata-gorontalo-punya-menara-mirip-eiffel/
On Wednesday, March 25, 2015 by Unknown in ,    No comments

Wisata Raja Ampat, Papua

 Legenda

Para traveler ada baiknya mengetahui sejarah ringkas dari Kepulauan Raja Ampat ini. Dahulu kala, hiduplah seorang perempuan. Suatu hari, dia menemukan telur yang berjumlah tujuh butir. Dari tujuh butir, empat di antaranya menetas lalu berkembang menjadi sosok pangeran yang berjumlah empat orang. Pangeran-pangeran tersebut lalu menjadi penguasa di empat pulau, yaitu Misool Timur dan Misool Barat, Salawati, dan Waigeo. Sebaliknya, tiga butir telur lain, tidak menetas. Ketiganya malah menjadi sosok perempuan, sebuah batu, dan hantu.

Lokasi

Secara geografis, wisata alam ini berada di Kabupaten Manokwari Papua Barat. Posisinya berada di belahan barat kepala burung Pulau Papua. Luas kawasan ini sekitar 4,5 juta hektar dan didominasi oleh perairan (85%). Sebagian kecil lain, yaitu daratan yang berupa gugusan pulau. Jumlahnya bisa mencapai 600 pulau; bahkan lebih. Jumlah tersebut, menunjukkan sebuah kawasan yang memang sangat berpotensi menjadi destinasi wisata bahari unggulan.

Pesona Alam Pantai Raja Ampat

Raja Ampat bisa dibilang bagi pecinta wisata bahari maupun penyelam. Khusus bagi para penyelam, keindahan bawah laut perairan di Raja Ampat, adalah daya tarik utama mereka. Pantai Raja Ampat memilki empat pulau yang berukuran besar. Keempatnya, seperti Pulau Batanta, Pulau Waigeo, Pulau Salawti, dan Pulau Misool.

Di kawasan kepulauan ini, tak hanya keindahan pantai Raja Ampat saja. Raja Ampat juga menyimpan mutiara berharga yang langka keberadaannya. Apa itu? Spesies ikan pari manta, hiu abu-abu, kuda laut, penyu, ikan duyung, ikan barkuda, ikan tuna, dan lain-lain. Pengunjung yang kebetulan pecinta sejarah, bisa pula melihat sisa-sisa barang peninggalan Perang Dunia II. Seperti bangkai pesawat perang yang teronggok kaku di sekitar Pulai Wai. Kepulauan Raja Ampat memang luar biasa. Berdasar sebuah data hasil penelitian, ada sekitar 75% dari seluruh kerang yang ada di dunia ini, terkandung di bumi Raja Ampat.
Selain para penyelam, rata-rata wisatawan yang datang ke sana, sekadar ingin mereguk kenikmatan alam Raja Ampat. Entah itu bersantai di pesisir pantainya ataupun berlayar menggunakan kapal Pinisi Raja Ampat. Mereka juga bisa menikmati sejuta pesona lain, seperti kuliner setempat, melihat burung Cenderawasih, mendaki bukit karang, atau memancing.

Transportasi Wisata Pantai Raja Empat

Berwisata ke Pulau Raja Ampat tentu saja bakal menguras kantong anda, jadi siapkan budget yang agak tinggi! Berkunjung ke Raja Ampat, bila Anda berangkat dari Jawa, moda terbaik tentu pesawat terbang. Kita akan menghabiskan waktu kira-kira 5 jam perjalanan udara menuju Sorong. Setiba di Sorong, kita bisa menaiki kapal menuju Kepulauan Raja Ampat. Idealnya, kita berangkat secara kelompok; demi efisiensi harga sewa kapal. Ada banyak penginapan di sana, harap berhati-hati jika menyewa kamar di Raja Empat Resort, sebaiknya luangkan waktu untuk riset dan browsing harga-harga penginapan di tempat tersebut sebagai panduan agar tidak terjebak dengan harga sewa yang cukup mahal.
Saat kaki menjejakkan tanah di Kepulauan Raja Ampat, wow…Anda tak perlu lagi membayangkannya dalam angan. Nikmati semua ragam wisata yang terhampar di depan mata!
Sumber : http://metawisata.com
On Thursday, March 19, 2015 by Unknown in ,    No comments
Air Terjun Sipiso-piso

A. Selayang Pandang

Air Terjun Sipiso-piso merupakan sebuah kawasan wisata alam yang terletak tidak jauh dari permukiman masyarakat Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara. Dapat dibilang, mengunjungi desa ini tidak berbeda dengan berwisata ke Air Terjun Sipiso-piso. Secara geografis, Desa Tongging berada di dataran lebih rendah, sementara Air Terjun Sipiso-piso terletak di perbukitan yang lebih tinggi dari Desa Tongging. Air terjun ini berada di ketinggian lebih kurang 800 meter dari permukaan laut (dpl) dan dikelilingi oleh bukit yang hijau karena ditumbuhi hutan pinus.
Nama air terjun yang dikelola oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karo ini memiliki makna yang khas. Sebagaimana disebut dalam berita harian Suara Indonesia Baru, bahwa Sipiso-piso berasal dari piso yang artinya pisau. Derasnya air-air yang berjatuhan dari bukit berketinggian di atas seratus meter ini diperumpamakan layaknya berbilah-bilah pisau yang tajam. Selain itu, jurang yang curam jika dilihat dari puncak bukit membuat orang setempat menyebutnya piso dari Tanah Karo (http://www.hariansib.com).
Sebagai kabupaten yang berkembang, sektor pariwisata di Tanah Karo menjadi salah satu potensi unggulan yang diharapkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), di samping sektor pertanian dan industri tentunya. Di sektor ini, Kabupaten Karo memiliki objek wisata yang menarik, misalnya gunung berapi, sumber air panas, kawasan pegunungan, danau, air terjun, rumah tradisional, kebudayaan masyarakat lokal, dan lain sebagainya (www.hariansib.com).
Dalam perkembangannya, objek-objek wisata di Tanah Karo mulai dikembangkan dan dipromosikan ke luar daerah, termasuk Air terjun Sipiso-piso sendiri. Meskipun seolah terjadi persaingan di antara objek-objek wisata itu, hal ini tetap menjadi nilai positif karena masing-masing objek menjadi terpacu untuk berkembang dan mampu menarik wisatawan sebanyak mungkin. Sebagai contoh, di Desa Tongging belum lama ini telah didirikan Taman Wisata Iman (TWI). Meskipun demikian, TWI yang konon lebih banyak menyerap perhatian wisatawan untuk datang, pesona Sipiso-piso tetap saja tidak akan tergantikan. Bagaimana tidak, air terjun ini tidak lain merupakan salah satu air terjun tertinggi di antara banyak air terjun di Indonesia, seperti Air Terjun Tinoor di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara atau Grojogan Sewu, di Provinsi Jawa Tengah.
Dari kesemuanya itu, Sipiso-piso tetap istimewa. Hanya terpisah jarak sejauh 35 km dari kota wisata terkenal di Indonesia, Kota Berastagi, Kabupaten Karo, dan hanya memerlukan sekitar 45 menit dari Kota Medan, Ibukota Provinsi Sumatra Utara, Air Terjun Sipiso-piso terbukti mampu mengangkat reputasi Kabupaten Karo sebagai salah satu daerah tujuan pelancong domestik maupun mancanegara. Tonggo Simanungsong, seorang pecinta wisata, mengatakan bahwa wisatawan mancanegara yang banyak mengunjungi Air Terjun Sipiso-piso berasal dari Malaysia, Singapura, Prancis, dan Belanda (http://tonggo.wordpress.com/). Bagi wisatawan lokal, panorama di Tongging ini sudah sangat dikenal, malahan ada yang mengatakan kabar ini telah sampai ke santero dunia karena keindahan alamnya yang menakjubkan.

B. Keistimewaan

Dahsyat!!! Begitulah perasaan Anda ketika pertama kali menginjakkan kaki di Desa Tongging, desa di mana Air Terjun Sipiso-piso berada. Dengan mengunjungi Desa Tongging, Anda akan menikmati pemandangan yang indah seperti kawasan wisata di Desa Tao Silalahi yang berada di dekatnya. Sebelum menikmati air terjun dari dekat, Anda akan disuguhi pemandangan indah Tanah Karo dari gardu pandang yang ada di puncak bukit, titik pangkal aliran air terjun Sipiso-piso. Dari puncak bukit yang mengitari Air Terjun Sipiso-piso ini pula Anda dapat menyaksikan keindahan lansekap Danau Toba, sebuah danau vulkanik terbesar di dunia.

Anak tangga menuju Air Terjun Sipiso-piso
Sumber Foto: Kazya Lim Khee Boon
Setelah itu, untuk menjelajahi keelokan alam Sipiso-piso dari dekat, Anda harus menyusuri punggung bukit melalui ratusan anak tangga kecil yang telah disediakan untuk turun dan mendekati air terjun tersebut. Jajaran anak tangga yang telah dipersiapkan itu merupakan jalan utama yang aman untuk (http://jalan-wisata.blogspot.com).
Sesampainya di bawah, Anda dapat memandang ke arah bukit-bukit kecil yang ada di hadapan Anda. Ketakjuban Anda akan tingginya bukit-bukit tersebut akan dibarengi dengan suara gemuruh percikan ribuan butiran air yang memantul dari titik jatuhnya air. Karena air terjun ini memiliki ketinggian 120 meter atau sekitar 360 kaki sebelum mengalir ke Danau Toba, maka banyak orang yang pernah berkunjung ke tempat ini mengatakan besaran butiran percikan air jatuh di Sipiso-piso lebih besar dari Air terjun Sigura-gura—sebuah daerah wisata alam terkenal di Sumatra Utara.

C. Lokasi

Air terjun Sipiso-piso terletak di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Indonesia. Kecamatan ini berada sekitar 24 km dari Kota Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo.

D. Akses

Bila Anda berada di Kota Medan, ibukota Provinsi Sumatra Utara, maka Anda harus menempuh perjalanan sekitar 2 jam dengan bus atau mobil menuju Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo. Kabanjahe terletak di selatan kawasan wisata dataran tinggi yang terkenal, yakni Berastagi. Setiap 45 menit bus trayek Kabanjahe diberangkatkan dari terminal pusat kota Medan. Tarif bus sangat tergantung dengan jenis bus yang Anda pilih, tentu bus ekonomi yang paling murah. Sesampainya di Kabanjahe, Anda masih harus menempuh jarak 24 km ke arah Utara, jalur menuju Danau Toba. Dengan kualitas jalan beraspal, Anda dapat sampai di Desa Tongging untuk berwisata di Air Terjun Sipiso-piso dalam 30 menit menggunakan mobil atau bus.

E. Harga Tiket

Masih dalam konfirmasi.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Penginapan tentu menjadi hal yang penting bagi wisatawan. Ketika berwisata di Air Terjun Sipiso-piso dan berkeinginan untuk bermalam, maka Anda dapat menemukan penginapan di Desa Tongging atau di Kota Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo. Selain itu, bila Anda ingin mencari kenang-kenangan atau suvenir untuk keluarga di rumah, maka datangi saja berbagai penjaja suvenir khas Tanah Karo di kawasan wisata ini


Sumber : http://anekatempatwisata.com
On Monday, March 02, 2015 by Unknown in ,    No comments

Danau Toba yang terletak di Sumatera Utara ini merupakan salah satu danau vulkanik terindah yang dimiliki Indonesia. Dengan luas yang mencapai 1.145 kilometer persegi, Danau Toba tampak seperti sebuah lautan yang berada di ketinggian 900 meter di atas permukaan laut. Selain disebut sebagai danau terluas di Asia Tenggara, danau yang memiliki kedalaman 450 meter ini juga menjadi danau terdalam di dunia.

Di tengah Danau Toba, terdapat sebuah pulau yang bernama Pulau Samosir. Pulau Samosir memiliki dua danau kecil yaitu Danau Aek Natonang dan Danau Sidihoni. Pulau Samosir yang memiliki luas hampir sama dengan luas negara Singapura ini bukanlah pulau kosong, pulau ini menjadi tempat tinggal suku Batak Samosir. Suku Batak yang tinggal d Pulau Samosir masih memegang teguh kepercayaan leluhur. Mereka juga masih menjalankan berbagai ritual yang biasa dilakukan nenek moyang dahulu.


Di Pulau Samosir terdapat dua desa yang banyak dikunjungi wisatawan yaitu Tomok dan Tuktuk. Tomok merupakan desa yang memiliki banyak objek wisata menarik seperti Makam Raja Sidabutar, Museum Batak dan pertunjukan tari boneka Sigale-gale yang populer. Berbeda dengan Tomok yang memiliki banyak tempat wisata sejarah, Tuktuk adalah desa di mana terdapat banyak penginapan untuk wisatawan.

Tak hanya Pulau Samosir yang menjadi daya tarik tempat wisata ini, Danau Toba juga dikelilingi oleh hutan pinus dan beberapa air terjun dan juga pemandian air hangat di dalam hutan. Pemandangan di sekeliling danau ini sangat indah dengan udara yang relatif sejuk sehingga Anda akan betah berlama-lama di sini.

Bagi masyarakat Batak yang berada di sekitar lokasi danau ini, Danau Toba bukan hanya tempat wisata alam yang memiliki keindahan luar biasa. Mereka percaya bahwa Danau Toba menjadi tempat bersemayamnya tujuh dewi suku Batak atau yang biasa disebut dengan Namborru. Setiap kali akan melakukan kegiatan di sekitar danau, masyarakat akan berdoa dan meminta izin terlebih dahulu agar acara mendapat berkah dan dapat berjalan dengan lancar.

Sejarah Danau Toba

Untuk mengetahui lebih jauh tentang Wisata Alam yang ada di sekitaran Danau Toba,ada baiknya kita mengetahui sejarahnya terlebih dahulu.Seperti kebanyakan tempat wisata alam di Indonesia, selain memiliki sejarah ilmiah, Danau Toba juga menyimpan cerita rakyat yang dipercaya sebagai asal mula terbentuknya danau ini. Menurut cerita rakyat yang telah banyak beredar, Danau Toba terbentuk dari kisah keluarga siluman ikan. Pada zaman dahulu, ada seorang pemuda yang sedang memancing di sungai yang kemudian berhasil mendapatkan seekor ikan. Tak seperti ikan lainnya, ikan yang didapatkannya bisa berbicara dan memohon agar tidak dimasak. Ikan tersebut kemudian berubah menjadi perempuan yang sangat cantik bernama Toba.

Singkat cerita, keduanya pun menikah, namun ada satu permintaan Toba yang tak boleh dilanggar pemuda itu. Tak boleh ada seorang pun yang tahu tentang siapa sebenarnya perempuan cantik yang dinikahinya. Pernikahan mereka berjalan baik-baik saja sampai mereka memiliki seorang anak laki-laki bernama Samosir yang bengal dan selalu merasa lapar.

Pada suatu hari, Samosir ditugaskan mengirim makanan untuk ayahnya di ladang, namun makanan yang dibawanya malah dimakan di jalan. Sang ayah lapar dan memutuskan pulang, dalam perjalanan pulang ia melihat Samosir sedang makan bekal yang seharusnya untuk sang ayah. Karena dalam kondisi sangat marah, tak sengaja ia menunjuk Samosir dan mengatakan bahwa ia adalah anak ikan.

Seketika langit gelap dan hujan turun dengan deras. Air juga keluar dari bawah tanah yang membuat perkampungan terendam air. Toba dan Samosir tiba-tiba hilang saat perkampungan berubah menjadi lautan air. Saat itulah terbentuk Danau Toba dan Pulau Samosir diyakini sebagai perwujudan siluman ikan dan anaknya.

Jika dilihat dari sisi yang lebih ilmiah, Danau Toba adalah danau vulkanik yang terbentuk karena letusan Gunung Toba pada ribuan tahun yang lalu. Letusan gunung membentuk kaldera atau kawah raksasa yang kemudian terisi air hingga menjadi danau seperti saat ini.

Letusan gunung ini sangat luar biasa sampai debu vulkanik yang dihasilkannya bertebaran hampir ke seluruh belahan dunia dan menyebabkan kematian massal, mengurangi 60% dari jumlah manusia saat itu. Selain itu, menurut para peneliti, letusan ini juga mempengaruhi iklim dan cuaca sehingga bumi memasuki zaman es.


Apa yang bisa dilakukan di Danau Toba ?

Menjelajahi Danau Toba akan sulit diselesaikan dalam waktu sehari saja. Tempat wisata ini memiliki banyak hal yang menarik untuk dilakukan dan banyak tempat yang tak boleh dilewatkan dalam kunjungan Anda.

Berlayar

Berlayar menuju ke Pulau Samosir dengan kapal sewaan tentu akan menjadi pengalaman menarik. Dengan menyewa kapal untuk rombongan 20-25 orang selama sehari, Anda bebas meminta berhenti di titik tempat wisata mana saja yang Anda dan rombongan ingin kunjungi.

Selama perjalanan dengan kapal ini, nikmati pemandangan Danau Toba dan sekelilingnya. Anda akan dibuat takjub dengan kekayaan alam yang Anda saksikan. Jangan lupa siapkan kamera untuk mengabadikan tiap pesona Danau Toba. Selain itu, Anda bisa melihat wisatawan lain yang sedang bermain banana boat dan jetski di danau.

Mengenal Sejarah Batak

Berada di Pulau Samosir jangan hanya berdiam diri di penginapan saja. Di sini, Anda bisa mengenal sejarah Batak dengan mengunjungi tempat wisata bersejarah. Jangan lewatkan Desa Tomok di mana terdapat Makam Raja Sidabutar, Museum Huta Bolon di Simanindo dan Batu Persidangan di Ambarita.

Makam Raja Butar sangat unik karena terbuat dari batu besar tanpa sambungan dan ada ukiran wajah sang raja di batu makamnya. Raja Sidabutar merupakan orang pertama yang mendiami Tomok. Di kompleks pemakaman ini juga terdapat makam dua raja penerusnya dan makam beberapa anggota keluarga. Untuk masuk ke tempat wisata ini, Anda harus memakai ulos yang telah disediakan oleh petugas di pintu masuk.

Museum Huta Bolon tak kalah menarik. Di sini Anda bisa melihat rumah adat Batak Simanindo peninggalan Raja Sidauruk yang dijadikan museum budaya Batak saat ini. Di dalam museum terdapat banyak koleksi benda-benda yang erat kaitannya dengan budaya Batak seperti pakaian adat, kain ulos dan juga peti mati yang berisi boneka Sigale-gale.

Jangan lupa mengunjungi Desa Ambarita di mana terdapat Batu Persidangan. Batu yang berbentuk seperti meja ini dahulu digunakan untuk mengeksekusi tahanan. Orang-orang yang terbukti melakukan kejahatan seperti membunuh, mencuri dan memerkosa akan dihukum pancung di meja ini.

Berbelanja

Tak lengkap rasanya jika berlibur tanpa belanja. Di kawasan Danau Toba dan sekitarnya terdapat banyak toko suvenir yang menjual kain ulos, gitar khas Batak, kaos, gantungan kunci dan beraneka suvenir lainnya. Suvenir-suvenir ini banyak Anda temui di Pulau Samosir, Parapat, Balige dan tempat-tempat lain sekitar Danau Toba. Siapkan dompet dan asah kemampuan menawar Anda

Selamat Berlibur dan selamat menikmati keindahan alam Danau Toba :)